Nagios untuk Monitoring Perangkat (Nagios Part 1 of 4)

Seseorang Sys-Admin atau Network Administrator perlu tools untuk memonitoring apakah service pada sebuah server down atau up dan jaringan tertentu terputus dan sebagainya. Nagios salah satu perangkat lunak yang bisa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan ini dan di Nagios bisa memberikan Alert bila ada yang down lewat visual nya berbasis Web-GUI dan Alert melalui Email, SMS, Telegram maupun Whatsapp.

Disini akan dibahas bagaimana cara menginstall dan config Nagios di CentOS 6.8 64bit…

Continue reading “Nagios untuk Monitoring Perangkat (Nagios Part 1 of 4)”

Implementasi OSPF Routing untuk Failover Backbond di ISP

Kemarin setelah membahas RIP Routing, satu lagi protocol routing yang msuk dalam klasifikasi Interior Gateway Protocol (IGP) yaitu OSPF. Open Shortest Path First atau disingkat dengan OSPF, adalah sebuah protokol Dynamic Routing yang mampu menjaga, mengatur dan mendistribusikan informasi routing antar network dengan mengikuti setiap perubahan jaringan secara dinamis. Pada OSPF dikenal sebuah istilah Autonomus System (AS) yaitu sebuah gabungan dari beberapa jaringan yang sifatnya routing dan memiliki kesamaan metode serta policy pengaturan network, yang semuanya dapat dikendalikan oleh network administrator. Dan memang kebanyakan fitur ini diguakan untuk management dalam skala jaringan yang sangat besar. Oleh karena itu untuk mempermudah penambahan informasi routing dan meminimalisir kesalahan distribusi informasi routing, maka OSPF bisa menjadi sebuah solusi.

 

Continue reading “Implementasi OSPF Routing untuk Failover Backbond di ISP”

RIP Routing di Mikrotik

Routing Information Protocol yang di singkat RIP adalah sebuah protocol routing dynamis (dynamic routing) yang dapat dipergunakan dalam jaringan skala kecil (LAN) maupun besar (WAN). Protocol ini menggunakan Distance-Vector Routing dan RIP ini dimasukkan dalam klasifikasi Interior Gateway Protocol (IGP).

Sebenarnya artikel ini adalah lanjutan dari tulisan yang sebelumnya tentang Static Routing. Karena static routing ini tidak praktis dan melelahkan bagi Network Administrator maka dipakailah dynamic routing. Bayangkan bila Router jumlahnya puluhan karena tiap divisi diberi router, atau bayangkan bila ada perubahaan/penambahan subnet jaringan dibelakang salah satu router saja maka harus mengkonfig semua router, bahkan bayangkan bila d perubahan disemua jaringan, tentunya akan melelahkan.

Saya tidak membahas secara detail mengenai RIP tersebut, bila ingin lebih tahu tentang detailnya mengenai RIP bisa cari WIKI yang membahas ini. Karena akan di pratekkan dengan router Mikrotik, tidak salahnya mempelajri command RIP di WIKI Mikrotik.

Continue reading “RIP Routing di Mikrotik”